PotretDunia.Com

Pusat Berita Online Terbaik dan Terpopuler

Para Wanita Harus Pahami Berbagai Penyebab Infeksi Vagina

Para Wanita Harus Pahami Berbagai Penyebab Infeksi VaginaPara Wanita Harus Pahami Berbagai Penyebab Infeksi Vagina

Potret Dunia – Para Wanita Harus Pahami Berbagai Penyebab Infeksi Vagina – Area pada kewanitaan merupakan bagian tubuh yang sensitif, intim dan juga perlu di jaga kebersihan dengan cara perhatian yang ekstra.

Kebersihan yang tidak terjaga dengan baik bisa meningkatkan resiko infeksi dan juga berujung pada muncul nya berbagai macam jenis penyakit. Dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia menjelaskan, bahwa permasalahan di area kewanitaan banyak di sebabkan karena wanita tidak mengenal organ intim nya dengan baik.

Vagina memiliki suasana asam dengan pH 3,8-4,2. lendir normal yang keluar dari vagina merupakan yang tidak memliki bau, tidak menimbulkan gatal dan jumlah nya juga tidak banyak. serta, lendir tersebut konsisten di dalam arti tidak encer dan juga tidak kental.

Pada area tersebut ada terdapat laktobasilus atau pun bakteri baik yang jumlah nya sekitar 95 persen dan jumlah itu harus terjaga. resiko infeksi akan meningkat jika keseimbangan pH terganggu.

Di katakan normal apa bila area pada kewanitaan tidak ada terdapat tanda infeksi. demikian kata dokter Mery di sela peluncuran Betadine Feminine Wash & Wipes di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (24/4/2018).

Mery menguraikan, indikasi infeksi dapat di lihat dari keadaan seperti gatal, kemerahan dan juga bau tidak sedap. juga harus di pastikan, tidak pendarahan di vagina, dan juga tidak ada keputihan yang di sebabkan oleh kuman penyakit.

BACA JUGA : Beberapa Bahan Antibiotik Alami Yang Ada Disekitar Kita

Keputihan menjadi salah satu permasalahan yang paling sering di hadapi oleh perempuan. keputihan biasa di sertai dengan bau tidak sedap, gatal, rasa sakit di saat berhubungan seksual. kemudian, muncul pula flek, hingga pendarahan ringan.

Mery menyebutkan, bahwa ada terdapat beragam penyebab yang melatari muncul nya keputihan. di antara nya adalah jamur, bakteri dan juga trikomonas. maka dari itu, untuk mengetahui penanganan yang tepat, seorang perempuan harus mengetahui penyebab dari keputihan tersebut.

Mery mengatakan, bahwa bakteri merupakan penyebab keputihan yang paling banyak. ciri – ciri nya adalah area pada kewanitaan yang memiliki bau, amis dan juga nyeri di saat berhubungan seksual. penyebab terbanyak berikut nya adalah jamur, yang bisa menyebabkan keputihan, dengan lendir berwarna putih susu. Mery mengatakan, rasa gatal paling dominan pada keputihan akibat jamur seperti ini.

Sementara, trikomonas memiliki keputihan yang sedikit berbeda, yakni keluar nya cairan yang memiliki warna kuning kehijauan yang kadang – kadang berbusa. jamur yang paling dominan rasa gatal nya. kalau bakteri dan juga trikomonas jarang gatal, kata Mery. penyebab infeksi area pada kewanitaan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan peningkatan risiko vaginitis.

Faktor internal, seperti misal nya, dari kebiasaan merokok dan juga kebersihan diri yang kurang di jaga. kemudian, faktor eksternal, seperti misal nya, penggunaan alat kontrasepsi, douching berlebihan, celana dalam berbahan nilon, sampai dengan penggunaan anti biotik yang berlebihan. douching adalah membilas atau pun mencuci vagina dengan cara menyemprotkan air atau pun cairan lain. kalau penggunan anti biotik yang berlebihan, jamur malah akan tumbuh semakin subur,” kata Mery.

Untuk faktor lain nya adalah menstruasi. menstruasi bisa mengganggu keseimbangan pH karena darah menstruasi meningkat menjadi basa atau pun memiliki pH sekitar 7,4. penggunan sabun biasa atau pun shower gel juga bisa menjadi faktor pengganggu keseimbangan pH area kewanitaan, karena memiliki pH sekitar 9 – 10. hubungan seksual tidak sehat dan gonta – ganti pasangan juga bisa menjadi alasan lain nya.

Semen bisa meningkatkan pH – nya karena basa, sekitar 7,1-8. itu bisa juga mengganggu keseimbangan pH area kewanitaan, ujar Mery. kita juga harus hati – hati di dalam memilih gaya hidup.

Memilih celana yang terlalu ketat atau pun menggunakan celana dalam berbahan nilon bisa membuat pH area kewanitaan menjadi terganggu. kemudian, di saat menggunakan toilet umum, ada terdapat pula beberapa hal yang harus di perhatikan. seperti misal nya, kebersihan air. jika ragu, maka gunakan saja pembersih kewanitaan yang memiliki kandungan anti septik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PotretDunia.Com © 2017 Frontier Theme